Berita Tekno, Jakarta – Terbongkarnya prostitusi online melalui situs jejaring sosial Facebook di Surabaya, membuka mata masyarakat kalau bisnis esek-esek di Indonesia sudah mulai merambah dunia maya. Sebetulnya, sebelum Facebook menjadi alat untuk yang disalahgunakan, telah beredar cara-cara lain di bisnis ini yang memanfaatkan internet, salah satunya adalah forum sex.

Tidak berbeda dengan Facebook untuk prostitusi online, cakupan forum sex tentunya jauh lebih luas dengan berbagai layanan yang lebih bervariasi. Melalui forum, sesama anggotanya yang telah terdaftar akan dengan mudah mempertemukan antara seorang perantara (germo) dengan kliennya. Maka tak pelak, wanita panggilan yang ada di forum sex ini menjadi jauh lebih banyak dan bervariasi. Seperti yang dikutip Berita Tekno dari okezone, forum-forum sex seperti ini begitu menjamur bak cendawan di musim hujan. Tak ada yang tahu pasti siapa yang pertama kali mendirikan situs forum sex seperti ini di Indonesia, termasuk sudah berapa banyak forum sejenis ini didirikan hingga kini.

Dari sekian banyak forum itu sebut saja forum yang sudah akrab di telinga pengguna internet seperti forum BB17, Dunia Sex, kampus.us, perawan.us, ranjang.com, dan masih banyak lagi. Memang tidak semua forum khusus orang dewasa itu menawarkan jasa wanita panggilan untuk memuaskan hasrat para lelaki hidung belang. Ada yang sekedar melayani unduhan foto dan video porno, cerita dewasa, atau malah ada menyajikan kesemuannya. Salah satu contohnya adalah BB17, sebuah forum sex yang lumayan besar namanya di jagad maya. Forum BB17 awalnya bernaung dibawah forum terbesar di Indonesia, Kaskus, namun setelah terbitnya peraturan UU ITE, membuat BB17 melepaskan atau lebih tepat dilepaskan oleh pengembang Kaskus. Lepas dari Kaskus, tidak berarti membuat BB17 ditinggalkan penggemarnya, malahan jumlah pengunjung semakin eksis dari hari ke hari. Layanan yang ditawarkan di BB17 ini malah boleh dikatakan sebagai acuan tak resmi bagi siapapun yang ingin mendirikan forum yang serupa.

Di BB17, pengunjung disediakan berbagai fitur, mulai dari obrolan biasa, tempat mengunduh foto dan film porno, sampai transaksi PSK. Tak berbeda jauh dengan BB17, forum Dunia Sex pun juga menawarkan hal yang serupa. Di forum ini bahkan malah lebih mirip menjadi sebuah lokalisasi online, dengan tawaran wanita-wanita sesuai para pemuas hawa nafsu sesaat saja. Lihat saja, di kanal underground service milik BB17, ditampilkan perempuan dari mulai SMA sampai paruh baya, dari Jabodetabek sampai dengan ujung Sumatra, semuanya lengkap untuk dipilih. Pengunjung forum ini tentunya wajib mendaftarkan diri, dengan akun yang berbeda dan samar mereka bebas menuju sub forum yang diingini. Tanpa biaya administrasi, anggota di sebuah forum ini hanya diminta menunjukkan loyalitas terhadap forum tersebut. Jika berbuat yang onar, maka pengelola yang disebut admin tanpa segan akan menedangnya keluar dari forum. Jika boleh meminjam istilah saat ini, Sex 2.0 rasanya sangat tepat untuk menggambarkan era pelacuran dunia maya. Transaksi jarak jauh dua arah khas web 2.0, menjadikan bisnis sex ini mudah dijangkau tanpa perlu takut seperti membeli kucing dalam karung, karena si wanita yang menjajakan diri wajib menampilkan foto aslinya, plus verifikasi dari si admin itu sendiri. [okezone.com]

Sejarah Internet Indonesia

Posted: Februari 14, 2012 in Uncategorized

Sejarah internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa di antara para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet. Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.

Awal Internet Indonesia

Berdasarkan catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.

Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.

Internet Service Provider Indonesia

Di sekitar tahun 1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email client pine pada server AIX.

Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).

Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com, e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.

Cuplikan-cuplikan Perjuangan IT & Internet Indonesia

Cuplikan dan catatan sejarah perjuangan Internet Indonesia dapat di baca di WikiBook Sejarah Internet Indonesia [2]di dalam internet terdapat hal-hal yang bermanfaat seperti informasi, artikel edukatif dan lain sebagainya

Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve

Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet_Indonesia

Dasar-dasar Jaringan

Posted: Februari 14, 2012 in Uncategorized

􀂉 Pengertian Jaringan
Seringkali kita mendengar kata internet, sekilas mungkin kita akan berpikir bahwa yang namanya internet merupakan sebuah jaringan yang sangat besar dan terdiri dari banyak kompuer. Atau bahkan bagi orang yang awam internet sering diartikan sebagai browsing, chatting, dan lain-lain.
Pengertian ini merupakan sebuah pandangan yang kurang benar. Karena sebenarnya internet adalah kumpulan dari jaringan-jaringan kecil dan besar yang saling terhubung secara real-time atau terus menerus di seluruh dunia.
Dalam suatu sistem jaringan, dimana seluruh komputer saling berbagi data dan resources satu sama lain sehingga tercapai efisiensi dalam pemanfaatan teknologi, amat dibutuhkan perangkat-perangkat khusus dan instalasi tertentu.
Pada bab ini akan dijelaskan beberapa peralatan yang digunakan dalam sistem jaringan serta pengaturan TCP/IP pada sistem operasi Windows.
􀂉 Topologi Jaringan
Tujuan dari suatu jaringan adalah menghubungkan jaringan-jaringan yang telah ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokawi ke lokasi yang lain. Karena suat perusahaan memuliki keinginan atau kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur Geometric ini disebut dengan LAN Topologies.
Terdapat 6 jenis topologi yaitu :
􀂉 Bus
􀂉 Ring
􀂉 Star
􀂉 Extended Star
􀂉 hierarchical topology
􀂉 Mesh
Setiap topologi memuliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian. Topologi tidak tergantung kepada medianya dan setiap topologi biasanya menggunakan media sebagai berikut :
Jenis-jenis Media yaitu :
􀂉 Twisted Pair
􀂉 Coaxial Cable
􀂉 Optical Cable
􀂉 Wireless
Topologi dibagi menjadi dua jenis yaitu Physical Topology dan Logical Topologi. Dibawah ini adalah jenis-jenis Physical Topologi.

1. Topologi Bus atau Daisy Chain
Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:
• merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node
• umum digunakan karena sederhana dalam instalasi
• signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision
• problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.
2. Topologi Ring
Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:
• lingkaran tertutup yang berisi node-node
• sederhana dalam layout
• signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana
• problem: sama dengan topologi bus
• biasanya topologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star
3. Topolog Star
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
• mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
• keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
• dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.
4. Topologi Extended Star

Topologi Extended Star merupakan perkembangan lanjutan dari topologi star dimana karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan topologi star yaitu :
• setiap node berkomunikasi langsung dengan sub node, sedangkan sub node berkomunikasi dengan central node. traffic data mengalir dari node ke sub node lalu diteruskan ke central node dan kembali lagi.
• Digunakan pada jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak atau melebihi dari kapasitas maksimal penghubung.
• keunggulan : jika satu kabel sub node terputus maka sub node yang lainnya tidak terganggu, tetapi apabila central node terputus maka semua node disetiap sub node akan terputus
• tidak dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, karena untuk berkomunikasi antara satu node ke node lainnya membutuhkan beberapa kali hops.

5. Topologi hierarchical
Topologi ini biasa disebut sebagai topolodi tree. Dibangun oleh seperti halnya topologi extended star yang dihubungkan melalui sub node dalam satu central node. Topologi ini dapat mensupport baik baseband maupun broadband signaling dan juga mensupport baik contention maupun token bus access.
6. Topologi Mesh
MESH topologi dibangun dengan memasang link diantara atation-station. Sebuah ‘fully-connected mesh’ adalah sebauh jaringan dimana setiap terminal terhubung secara langsung ke semua terminal-terminal yang lain. Biasanya digunakan pada jaringan komputer kecil. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di-implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

Sedangkan Logical Topology adalah FDDI, Token Ring, dan Ethernet.
􀂉 Tipe Jaringan
Dalam jaringan terdapat tiga buah peran yang dijalankan. Yang pertama adalah client. Peran ini hanya sebatas pengguna tetapi tidak menyediakan sumber daya (sharing), informasi, dan lain-lain. Peran kedua adalah sebagai peer, yaitu client yang menyediakan sumber daya untuk dibagi kepada client lain sekaligus memakai sumber daya yang tersedia pada client yang lain (peer to peer). Sedangkan peran yang terakhir adalah sebagai server, yaitu menyediakan sumber daya secara maksimal untuk digunakan oleh client tetapi tidak memakai sumber daya yang disediakan oleh client. Dibawah ini akan dijelaskan jenis-jenis jaringan yang ada.
1. Jaringan Berbasis Server
Jaringan berbasis server atau client-server diartikan dengan adanya server didalam sebuah jaringan yang menyediakan mekanisme pengamanan dan pengelolaan jaringan tersebut. Jaringan ini terdiri dari banyak client dari satu atau lebih server. Client juga biasa disebut front-end meminta layanan seperti penyimpanan dan pencetakan data ke printer jaringan, sedangkan
server yang sering disebut back-end menyampaikan permintaan tersebut ke tujuan yang tepat.
Pada Windows NT, Windows 2000, dan Windows Server 2003, jaringan berbasis server diorganisasikan di dalam domain-domain. Domain adalah koleksi jaringan dan client yang saling berbagi informasi. Keamanan domain dan perizinan log on dikendalikan oleh server khusus yang disebut domain controlle. Terdapat satu pengendali domain utama atau Primary Domain Controller (PDC) dan beberapa domain controller pendukung atau backup Domain Controller (BDC) yang membantu PDC pada waktu-waktu sibuk atau pada saat PDC tidak berfungsi karena alasan tertentu.
Primasry Domain Controller juga diterapkan di dalam jaringan yang menggunakan server Linux. Software yang cukup andal menangani masalah ini adalah samba yang sekaligus dapat digunakan sebagai penyedia layanan file dan print yang membuat computer Windows dapat mengakses file-file di mesin Linux dan begitu pula sebaliknya.
Jaringan berbasis server memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah :
1. Media penyimpanan data yang terpusat memungkinkan semua user menyimpan dan menggunakan data di server dan memberikan kemudahan melakukan back-up data di saat kritis. Pemeliharaan data juga menjadi lebih mudah karena data tidak tersebar di beberapa computer.
2. Kemampuan server untuk menyatukan media penyimpanan di satu tempat akan menekan biaya pembangunan jaringan. Server yang telah dioptimalkan membuat jaringan berjalan lebih cepat daripada jaringan peer-to-peer. Membebaskan user dari pekerjaan mengelola jaringan.
3. Kemudahan mengatur jumlah pengguna yang banyak. Kemampuan untuk sharing peralatan mahal seperti printer laser. Mengurangi masalah keamanan karena pengguna harus memasukkan password untuk setiap peralatan jaringan yang akan digunakan.
2. Jaringan Peer-to-peer
Setiap computer di dalam jaringan peer mempunyai fungsi yang sama dan dapat berkomunikasi dengan computer lain yang telah memberi
izin. Jadi, secara sederhana setiap komputer pada jaringan peer berfungsi sebagai client dan server sekaligus. Jaringan peer digunakan di sebuah kantor kecil dengan jumlah computer sedikit, dibawah sepuluh workstation.
Keuntungan menggunakan jaringan peer adalah :
1. Tidak memerlukan investasi tambahan untuk pembelian hardware dan software server.
2. Tidak diperlukan seorang network administrator dan setupnya mudah serta meminta biaya yang murah.
Kerugian menggunakan jaringan peer adalah :
1. Sharing sumberdaya pada suatu komputer didalam jaringan akan sangat membebani computer tersebut.
2. Masalah lain adalah kesulitan dalam mengatur file-file. User harus menangani komputernya sendiri jika ditemui masalah keamanan sangat lemah.
3. Jaringan Hybrid
Jaringan hybrid memiliki semua yang terdapat pada tiga tipe jaringan di atas. Ini berarti pengguna dalam jaringan dapat mengakses sumber daya yang dishare oleh jaringan peer, sedangkan di waktu bersamaan juga dapat memanfaatkan seumber daya yang disediakan oleh server.
Keuntungan jaringan hybrid adalah sama dengan keuntungan menggunakan jaringan berbasis server dan berbasis peer. Jaringan hybrid memiliki kekurangan seperti pada jaringan berbasis server.
􀂉 Peralatan Jaringan
Ada beberapa peralatan yang digunakan dalam jaringan, peralatan ini sering digunakan di dalam perkantoran dan perusahan besar. Peralatan ini adalah :
1. Network Interface Card
Dalam memilih network interface card, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan. Pertimbangan-pertimbangan ini sangat penting untuk diperhatikan, yaitu :
􀂉 Tipe jaringan seperti Ethernet LANs, Token Ring, atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI).
􀂉 Tipe Media seperti Twisted Pair, Coaxial, Fiber-Optic, dan Wireless.
􀂉 Tipe Bus seperti ISA dan PCI.
Gambar 35 Network Interface Card
2. PCMCIA Network Interface Card
PCMCIA card adalah card jaringan yang digunakan untuk terhubung kedalam sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.
Gambar 36 PCMCIA Network Interface Card
3. Modem
Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel telepon.
Gambar 37 PCMCIA Network Interface Card
4. HUB/Switch
HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap node dalam jaringan LAN. Peralatan ini sering digunakan pada topologi star dan extended star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan transfer datanya. Yaitu 10:100 Mbps.
Gambar 38 HUB 8 Port dan Switch 24 Port
5. Bridge
Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas ata memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel unshielded twisted pair (UTP) dan kabel fiber-optic, dan untuk menggabungkan arsitektur jaringan yang berbeda seperti Token Ring dan Ethernet. Bridge meregenerate sinyal tetapi tidak melakukan konversi protocol, jadi protocol jaringan yang sama (seperti TCP/IP) harus berjalan
kepada kedua segemen jaringan yang terkoneksi ke bridge. Bridge dapat juga mendukung Simple Network Management Protocol (SNMP), serta memiliki kemampuan diagnosa jaringan.
Bridge hadir dalam tiga tipe dasar yaitu Local, Remote, dan Wireless. Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.
Bridge beroperasi mengenali alamat MAC address node asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara automatis membangun sebuah table routing internal. Table ini digunakan untuk menentukan ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan penyaringan (filtering). Setelah mengetahui ke segmen mana suatu paket hendak disampaikan, bridge akan melanjutkan pengiriman paket secara langsung ke segmen tersebut. Jika bride tidak mengenali alamat tujuan paket, maka paket akan di forward ke semua segmen yang terkoneksi kecuali segmen alamat asalanya. Dan jika alamat tujuan berada dalam segmen yang sama dengan alamat asal, bridge akan menolak paket. Bridge juga melanjutkan paket-paket broadcast ke semua segmen kecuali segmen asalnya.
Gambar 39 Wireless Bridge
6. Router
Router adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan dengan melanjutkan paket-paket dari satu jaringan logika ke jaringan yang lain. Router banyak digunakan di dalam internetwork yang besar menggunakan keluarga protocol TCP/IP dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP dan Local Area Network (LAN) ke internet menggunakan dedicated leased line. Saat ini, masih banyak perusahaan menggunakan router Cisco 2500 series untuk mengkoneksikan dua buah LAN (WAN dengan anggota dua LAN), LAN ke ISP (Internet Service Provider). Koneksi seperti ini menyebabkan semua workstation dapat terkoneksi ke internet selama 24 jam.
Router berisi table-tabel informasi internal yang disebut label routering yang melakukan pencatatan terhadap semua alamat jaringan yang
diketahui dan lintasan yang mungkin dilalui. Router membuat jalur paket-paket berdasarkan lintasan yang tersedia dan waktu tempuhnya. Karena menggunakan alamat paket jaringan tujuan, router bekerja hanya jika protocol yang dikonfigurasi adalah protocol yang routetable seperti TCP/IP atau atau IPX/SPX. Ini berbeda dengan bridge yang bersifat protocol independent.
Gambar 40 Cisco Router 2600 series
7. Crimping Tools
Crimping tools berguna untuk memotong, merapikan dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi Networking. Digunakan untuk memotong Digunakan untuk mengupas
Gambar 41 Crimping Tools
􀂉 Pengkabelan
1. Kupas lapisan luar kabel UTP sepanjang ± 1 Cm dari ujung, sehingga 8 urat kabel terlihat dari luar.
2. Susun urutan warna kabel sesuai dengan standard internasional
Gambar
Nomor kaki (pin)
Nama Warna
1
Putih orange
2
Orange
3
Putih hijau
4
Biru
5
Putih biru
6
Hijau
7
Putih coklat
8
Coklat
Gambar 35 Susunan kabel straight
Nomor kaki (pin)
Nama Warna
1
Putih hijau
2
Hijau
3
Putih orange
4
Biru
5
Putih biru
6
Orange
7
Putih coklat
8
Coklat
Gambar 36 Susunan kabel cross
3. Masukkan Ujung kabel UTP yang telah disusun menurut urutan internasional, kemudian jepit dengan menggunakan crimping tool.
Gambar 37 Memasukkan Kabel UTP ke dalam RJ-45
Gambar 38 Menjepit kabel menggunakan Crimping
Gambar 39 Hasil Crimping kabel yang baik
4. Pasang satu sisi RJ-45 ke dalam Network Card, dan sisi lainnya ke HUB/Switch
5. Jaringan siap dioperasikan
􀂉 Sejarah TCP/IP
Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
􀂄 Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
􀂄 Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
􀂄 Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
􀂄 TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.
􀂉 Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb : Application LayerApplication LayerTransport LayerInternet LayerNetwork Access LayerPhysical LayerPresentation LayerSession LayerTransport LayerNetwork LayerData Link LayerPhysical Layer Arsitektur OSI Arsitektur TCP/IP
Perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP
Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.
Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
􀂃 Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
􀂃 Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi
yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
􀂃 Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
􀂃 Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer
Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.
􀂉 Pengiriman dan Penerimaan Paket Data
Layer-layer dan protokol yang terdapat dalam arsitektur jaringan TCP/IP menggambarkan fungsi-fungsi dalam komunikasi antara dua buah komputer. Setiap lapisan menerima data dari lapisan di atas atau dibawahnya, kemudian memproses data tersebut sesuai fungsi protokol yang dimilikinya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya. Ketika dua komputer berkomunikasi, terjadi aliran data antara pengirim dan penerima melalui lapisan-lapisan di atas. Pada pengirim, aliran data adalah dari atas ke bawah. Data dari user maupun suatu aplikasi dikirimkan ke Lapisan Transport dalam bentuk paket-paket dengan panjang tertentu. Protokol menambahkan sejumlah bit pada setiap paket sebagai header yang berisi informasi mengenai urutan segmentasi untuk menjaga integritas data dan bit-bit pariti untuk deteksi dan koreksi kesalahan.
Dari Lapisan Transport, data yang telah diberi header tersebut diteruskan ke Lapisan Network / Internet. Pada lapisan ini terjadi penambahan header oleh protokol yang berisi informasi alamat tujuan, alamat pengirim dan informasi lain yang dibutuhkan untuk melakukan routing. Kemudian terjadi pengarahan routing data, yakni ke network dan interface yang mana data akan dikirimkan, jika terdapat lebih dari satu interface pada host. Pada lapisan ini juga dapat terjadi segmentasi data, karena panjang paket yang akan dikirimkan harus disesuaikan dengan kondisi media komunikasi pada network yang akan dilalui. Proses komunikasi data di atas dapat dijelaskan seperti pada gambar berikut ini :
DataHeaderHeaderApplication LayerTransport LayerInternet LayerNetwork Access LayerPhysical LayerHeaderDataDataDataSinyal Listrik / Gelombang EM
Proses Enkapsulasi Data
Selanjutnya data menuju Network Access Layer (Data Link) dimana data akan diolah menjadi frame-frame, menambahkan informasi keandalan dan address pada level link. Protokol pada lapisan ini menyiapkan data dalam bentuk yang paling sesuai untuk dikirimkan melalui media komunikasi tertentu.
Terakhir data akan sampai pada Physical Layer yang akan mengirimkan data dalam bentuk besaran-besaran listrik/fisik seperti tegangan, arus, gelombang radio maupun cahaya, sesuai media yang digunakan.
Di bagian penerima, proses pengolahan data mirip seperti di atas hanya dalam urutan yang berlawanan (dari bawqah ke atas). Sinyal yang diterima pada physical layer akan diubah dalam ke dalam data. Protokol akan memeriksa integritasnya dan jika tidak ditemukan error t header yang ditambahkan akan dilepas.
Selanjutnya data diteruskan ke lapisan network. Pada lapisan ini, address tujuan dari paket data yang diterima akan diperiksa. Jika address tujuan merupakan address host yang bersangkutan, maka header lapisan network akan dicopot dan data akan diteruskan ke lapisan yang diatasnya. Namun jika tidak, data akan di forward ke network tujuannya, sesuai dengan informasi routing yang dimiliki.
Pada lapisan Transport, kebenaran data akan diperiksa kembali, menggunakan informasi header yang dikirimkan oleh pengirim. Jika tidak ada
kesalahan, paket-paket data yang diterima akan disusun kembali sesuai urutannya pada saat akan dikirim dan diteruskan ke lapisan aplikasi pada penerima.
Proses yang dilakukan tiap lapisan tersebut dikenal dengan istilah enkapsulasi data. Enkapsulasi ini sifatnya transparan. Maksudnya, suatu lapisan tidak perlu mengetahui ada berapa lapisan yang ada di atasnya maupun di bawahnya. Masing-masing hanya mengerjakan tugasnya. Pada pengirim, tugas ini adalah menerima data dari lapisan diatasnya, mengolah data tersebut sesuai dengan fungsi protokol, menambahkan header protokol dan meneruskan ke lapisan di bawahnya.
Pada penerima, tugas ini adalah menerima data dari lapisan di bawahnya, mengolah data sesuai fungsi protokol, mencopot header protokol tersebut dan meneruskan ke lapisan di atasnya.
Internet Protocol
Internet Protocol (IP) berfungsi menyampaikan paket data ke alamat yang tepat. Oleh karena itu Internet Protokol memegang peranan yang sangat penting dari jaringan TCP/IP. Karena semua aplikasi jaringan TCP/IP pasti bertumpu kepada Internet Protocol agar dapat berjalan dengan baik.
IP merupakan protokol pada network layer yang bersifat :
􀂃 Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirim pada suatu saat akan melalui rute secara independen. Paket IP (datagram) akan melalui rute yang ditentukan oleh setiap router yang dilalui oleh datagram tersebut. Hal ini memungkinkan keseluruhan datagram tiba di tempat tujuan dalam urutan yang berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
􀂃 Unreliable atau ketidakandalan yakni Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan.
Suatu datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal berikut:
􀂃 Adanya bit error pada saat pentransmisian datagram pada suatu medium
􀂃 Router yang dilewati mendiscard datagram karena terjadinya kongesti dan kekurangan ruang memori buffer
􀂃 Putusnya rute ke tujuan untuk sementara waktu akibat adanya router yang down
Terjadinya kekacauan routing, sehingga datagram mengalami looping
IP juga didesain untuk dapat melewati berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang satu datagram akan lebih besar dari panjang datagram pada jaringan publik yang menggunakan media jaringan telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata untuk mencapai throughput yang baik pada setiap media. Pada umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini, datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan tinggi ke kecepatan rendah (misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps). Pada router/host penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay.
Seluruh sifat yang diuraikan pada di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan protokol IP. Keunggulan ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan, dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb. Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing yang ditentukan oleh kondisi jaringan dan elemen-elemen jaringan (router). Selain itu, proses routing juga harus dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah kita perhatikan struktur header dari protokol IP beserta fungsinya masing-masing.
Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data yang dibawanya. Selain informasi, bit-bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini, semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan. Disinilah dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi. Sebagai contoh, agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan yang harus dicantumkan pada header ini. Struktur header datagram protokol IP dapat dilihat pada gambar berikut. VersionHeaderLengthType of ServiceTotal Length of Datagram0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 10 1 2 3IdentificationFlagsFragment OffsetTime to LiveProtocolHeader ChecksumSource AddressDestination AddressOPTIONSStrict Source RouteLoose Source RouteRecord RouteTimestampSecurityPaddingDATA
She is my girlfriend
Biography penulis, Nurwajianto menamatkan pendidikan Sekolah Teknologi Menengah
Negeri selama tiga tahun dengan mengambil jurusan Teknik Elektro dengan bidang keahlian Teknik Informatika konsentrasi Jaringan dan Web.Pemegang sertifikasi CCNA (Cisco Certified Network Associate) dan CCNP (Cisco Certified Network Profesional) Saat ini sedang menempuh pendidikan CNAP (Cisco Networking Academy Program) dan sedang menyelesaikan sertifikasi internasional CCIE (Cisco Certified Internetwork Expert) CCAI (Cisco Certified Academy Instructor) written dari CISCO.
For further information see at : http://www.nurwajianto.tk
By : waji4ntoe@yahoo.co.id

 

Green ICT, Apa keuntungannya?

Posted: Februari 14, 2012 in Uncategorized

Pada 21 Januari 2012, dalam salah satu sesi rapat kerjanya di Hotel Nalendra Bandung, Minat SIMKES S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM mengundang Bapak Ifik Arifin selaku pengamat Teknologi Informasi dan Presiden Direktur INIXINDO, suatu perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan Teknologi Informasi, untuk menyampaikan materi mengenai Green Information and Communication Technology atau sering disingkat dengan Green ICT.  Green ICT atau Green IT adalah salah satu teknologi ramah lingkungan yang bertujuan untuk menghemat penggunaan energi  yang digunakan untuk penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

Green ICT sendiri merupakan salah satu program pemerintah untuk mengurangi emisi Karbon sebesar 26% pada 2020, sebagai wujud komitmen dari pemerintah Indonesia, setelah Presiden SBY menyampaikan pidatonya dalam UNFCC Conference di Kopenhagen (2009). Green IT meliputi 2 hal, yaitu:

  1. Green of IT (menggunakan komponen – komponen teknologi Informasi yang ramah lingkungan, meliputi green hardware, CPU, memory, solid state drive, green material, dan memilih LED monitor).
  2. Green Initiatives (meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi penggunaan energi rumah tangga terhadap polusi udara)

Sebagai salah satu negara berpenduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia berkontribusi besar dalam menyebabkan pemanasan global melalui penggunaan alat – alat elektronik seperti televisi, handphone, komputer, dll. Untuk itu, sebisa mungkin kita mulai berperan dalam upaya mencegah dampak pemanasan global, yaitu dengan melakukan penghematan dalam penggunaan energi, baik dengan menghentikan penggunaan daya yang berlebihan saat pengisian baterai untuk hp dan laptop, maupun menggunakan peralatan yang lebih efisien (green IT infrastructure) ataupun melakukan proses recycling PC. Selain penghematan energi, kita juga dapat mulai mengurangi penggunaan kertas di kantor (less paper).

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Green IT

  • Comprehensive environmental rating
  • Lowest power consumption
  • Environmental friendly materials
  • Green technology (solid state drive)

Bagaimana mencari peralatan yang environmental friendly?

Saat ini situs ini menyediakan Electronic Product Environmental Assessment Tool yang dapat memberikan rating untuk komputer desktop, laptop, monitor berdasarkan 28 kriteria environmental performance.

Bagaimana cara memilih sumber daya IT dengan teknologi Green

  1. Blade Server (menampung server – server dalam 1 rak)
  2. Thin Desktop (hemat tempat, power efficient PC) atau terminal)
  3. Tempat penyimpanan data secara remote File Sharing
  4. Processing dilakukan di NAS, bukan di server
  5. Menggunakan solid state memory (RAM)
  6. Menggunakan LED Monitor (energi yang digunakan 25% lebih rendah dari LCD)
  7. Duplex Printing
  8. Rechargeable Batteries
  9. Pilih peralatan yang dapat menurunkan power broadcast

Bagaimana cara memanfaatkan existing devices agar tetap green?

Saat ini belum banyak produsen yang menerapkan proses recycle produk TI yang dihasilkannya. Oleh karena itu, kita dapat menerapkan teknologi Virtualization, suatu pengelolaan sumber daya hardware dan softwate yang mengijinkan satu server menjadi host untuk menjalankan satu atau lebih sistem operasi. Teknologi ini dapat mengurangi biaya infrastruktur sekaligus menurunkan energi yang diperlukan untuk coolling system. Selain itu, ada juga teknologi Cloud Computing, yaitu teknologi yang menggunakan internet dan server virtual untuk mengelola aplikasi dan data, seakan – akan pusat data berada di server lokal. Akses hanya menggunakan Web Server, tanpa harus mempunyai IT knowledge.

Cloud Computing vs Virtualitazion

Cloud Computing lebih baik dalam mereduksi penggunaan energi karena tidak ada penambahan hardware dan penggunaaan tenaga ahli. Sayangnya, Cloud Computing sangat tergantung  pada jaringan internet.

Untuk dapat menerapkan Green ICT, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan, yaitu

  1. Penguatan regulasi dari pimpinan, selama regulasi di pemerintahan masih mensyaratkan untuk penyertaan dokumen – dokumen dalam bentuk hardcopy maka kita tidak dapat serta merta mencanangkan paper less office. Untuk itu, diperlukan suatu Green ICT Standard yang dikeluarkan pemerintah agar dapat dijadikan policy bagi perusahaan.
  2. Education and Awareness, setelah regulasi dikeluarkan maka kita dapat melakukan berbagai kegiatan seminar  dan workshop mengenai Green ICT untuk menambahkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menggunakan teknologi ramah lingkungan.
  3. Initiatives

Meskipun penggunaan teknologi informasi bukan merupakan penyumbang terbesar bertambahnya panas di bumi tetapi dengan menerapkan green ICT secara efisien dan efektif maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam upaya mencegah dampak pemanasan global sehingga dapat menjamin kelangsungan hidup di masa mendatang.

Pendahuluan Teknologi

Posted: Februari 14, 2012 in Uncategorized

TEKNOLOGI Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dalam memasuki Era Industrialisasi, pencapaiannya sangat ditentukan oleh penguasaan teknologi karena teknologi adalah mesin penggerak pertumbuhan melalui industri.Sebagian beranggapan teknologi adalah barang atau sesuatu yang baru.[3] namun, teknologi itu telah berumur sangat panjang dan merupakan suatu gejala kontemporer.Setiapzaman memiliki teknologinya sendiri

Sejarah Teknologi Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutifSejak zaman Romawi Kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologiSecara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan pembuatan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni.Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Philips pada tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Kemajuan Teknologi bentuk yang paling sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan dari pengembangan cara-cara lama atau penemuan [[metode baru]] dalam menyelesaikan tugas-tugas [[tradisional]] seperti [[bercocok tanam]], membuat baju, atau membangun rumah.”Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1″, Erlangga, 9790158149, 9789790158146. Ada tiga [[klasifikasi dasar]] dari kemajuan teknologi yaitu : * Kemajuan teknologi yang bersifat [[netral]] ({{lang-en|neutral technological progress}}){{br}}Terjadi bila tingkat pengeluaran ”(output)” lebih tinggi dicapai dengan [[kuantitas]] dan [[kombinasi]] faktor-faktor pemasukan ”(input)” yang sama. * Kemajuan teknologi yang [[hemat]] tenaga kerja ({{lang-en|labor-saving technological progress}}){{br}}Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan. * Kemajuan teknologi yang hemat modal ({{lang-en|capital-saving technological progress}}){{br}}Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya. Pengalaman di berbagai [[negara berkembang]] menunjukan bahwa campur tangan langsung secara berlebihan, terutama berupa [[peraturan pemerintah]] yang terlampau ketat, dalam pasar teknologi asing justru menghambat [[arus teknologi]] asing ke negara-[[negara berkembang]].Isei, “Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4″, Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122. Di lain pihak suatu kebijaksanaan ‘pintu yang lama sekali terbuka’ terhadap arus teknologi asing, terutama dalam bentuk penanaman [[modal asing]] (PMA), justru menghambat kemandirian yang lebih besar dalam proses pengembangan kemampuan teknologi negara berkembang karena ketergantungan yang terlampau besar pada pihak [[investor asing]], karena merekalah yang melakukan segala upaya teknologi yang sulit dan rumit.

Aksi penangkapan petugas KKP oleh Malaysia telah memancing reaksi di dunia maya. Di bidang hacking, hacker RI dinilai lebih unggul dibandingkan Malaysia. Anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo menilai jika menyangkut cyber, Indonesia terhitung paling hebat. Bahkan Indonesia terbukti hebat dilihat dari kompetisi hacker yang pernah ada. “Menurut catatan saya, dulu waktu ada serangan dari hacker Malaysia dalam kasus Ambalat respon mereka kecil. Lucunya ada indikasi serangan balik kepada situs Indonesia sebenarnya fake karena yang menyerang hacker kita sendiri.

Hacker Indonesia merasa tidak mendapat respon, akhirnya mereka melakukan spoofing,” katanya di Jakarta, kemarin. Roy menambahkan ia tidak menemukan banyaknya serangan yang dilakukan oleh hacker Malaysia. Namun serangan dunia maya lebih dilakukan oleh hacker Portugal saat kasus Timor Leste . Roy menilai hacker Indonesia nasionalis dan siap membela dunia maya jika ada serangan. Ia mensinyalir hacker sering melakukan latihan, terbukti dengan adanya situs pemerintah yang diserang termasuk menyediakan solusinya. Jika menyangkut nasionalisme, Roy menyatakan percaya bahwa hacker Indonesia pasti akan melakukan pembelaan.

Namun ia menyayangkan tidak adanya langkah preventif dari Kementrian Kominfo menyangkut serangan di dunia maya. Menurut Roy, Kementrian Kominfo hanya fokus menata perundangan dan peraturan. “Misalnya dalam UU ITE dan yang kami bahas di Komisi I DPR saat ini yaitu UU TIPITI (Tindak Pidana Teknologi Informasi) di mana lebih mengatur pada perlindungan masyarakat dan berlaku di ranah Indonesia, bukan untuk antisipasi hacker,” katanya. Mengenai lemahnya antisipasi yang dilakukan pemerintah juga disesalkan pengamat militer MT Arifin. “Rata-rata lembaga pemerintah Indonesia sangat sulit diminta kesiapannya. Pemerintah belum memiliki kesiapan yang memadai untuk mengatasi isu yang berkembang,” imbuhnya. Namun ia menilai perang cyber hanyalah hal kecil dan tidak akan menimbulkan masalah-masalah mendasar. “Menurut saya masalah jadi besar karena dulu waktu kasus Ambalat sering kali diangkat untuk menyelamatkan politik dalam negeri. Ini yang harus diperbaiki. Sebenarnya sih Malaysia-Indonesia tidak memiliki banyak masalah,” bebernya.

Ia menambahkan yang diperlukan saat ini adalah sikap dewasa dari para profesional. Jangan sampai dipakai sebagai alat untuk menunjukkan sikap nasionalisme. Seandainya benar terjadi perang di dunia maya, maka cara mengatasinya yaitu dengan kerjasama Indonesia-Malaysia. “Sekarang apa bisa dipastikan kalau yang menyerang itu orang Malaysia, jangan-jangan bisa jadi itu orang Indonesia sendiri yang menyerang. Hal ini harus di- manage sehingga tidak merusak unsur-unsur dasar dari hubungan antarbangsa,” katanya. “Kita tidak senang dengan Malaysia, tapi kita harus hormati mereka karena bisa membantu menyediakan lapangan kerja pada kita. Dan ini merupakan kritik bagi pemerintah untuk memperbaiki keadaan,” tambahnya. [inilah]

1. Mitos bahwa perusahaan harus mengganti sistem komputer mereka dalam kurun waktu 2-3 tahun sekali Memang baik untuk selalu meng-update sistem komputer pada suatu perusahaan; untuk alasan keamanan. Tetapi update sistem komputer yang tidak perlu hanya akan membuang-buang kas perusahaan. Umumnya software yang digunakan perusahaan hanya software-software dasar seperti Microsoft Office, web browser, dan email client. Dan dengan sebuah netbook kita bahkan bisa menyelesaikan 90% pekerjaan.

2. Mitos bahwa Bill Gates adalah programmer Microsoft Banyak orang menganggap bahwa Bill Gates lah “dewa” programmer di Microsoft, tetapi ternyata Paul Allen lah orang dibalik sistem operasi yang dibuat Microsoft. Lalu Bill Gates? Beliau memang kalah dari Paul dalam urusan programming, tetapi beliau lah yang membuat Microsoft sukses sampai sekarang dengan kejagoan bisnisnya.

3. Mitos bahwa komputer Mac adalah komputer payah Jaman dahulu, komputer yang diproduksi Mac tidak kompatibel dengan sistem operasi lain. Tetapi sejak Apple menggunakan prosessor Intel (dulunya Motorola), Mac dapat digunakan dan berjalan di sistem operasi Windows.

4. Mitos bahwa komputer tahan lama ketika dibiarkan menyala tanpa henti Memang dahulu pada jaman komputer mainframe, komputer harus dibiarkan menyala karena untuk menjaga kestabilan suhu di dalamnya. Tetapi sekarang jika anda menyalakan komputer terlalu lama, tau sendiri kan resikonya?

5. Mitos bahwa hacker bisa menyebabkan Perang Dunia III Dalam film, hacker dikisahkan dapat menembus/meng-hack sistem komputer militer atau bahkan nuklir. Tetapi di dalam dunia nyata, sangat sulit menembus sistem keamanan berlapis pada komputer militer. Yang justru harus mendapatkan perhatian khusus adalah faktor kegagalan sistem dan human error.

6. Mitos bahwa Linux lebih aman dari Windows Anda pasti berfikir jika sistem operasi Linux lebih aman dari Windows. Pernyataan itu benar juga, tetapi ada juga salahnya. Memang para pembuat virus lebih suka menyerang Windows karena penggunanya bejubel, tetapi Linux juga memiliki “fans” para pembuat virus loh! Terbukti dari diluncurkanya antivirus ESET untuk Linux.

7. Mitos bahwa kecerdasan buatan dapat didapat dengan komputer cepat Itu sangat tidak mungkin. Manusia bisa membuat komputer super cepat dengan keakuratan penghitungannya, tetapi untuk membuat komputer “cerdas” dilengkapi dengan sisi psikologi, sampai saat ini belum ada ahli komputer yang bisa.

8. Mitos bahwa Internet dikembangkan untuk tujuan menghindari serangan nuklir Mitos ini berkembang dengan pemikiran jika jaringan komputer rusak karena serangan nuklir, maka jalur data dapat diganti dengan internet. Tetapi sampai saat ini hal tersebut tidak terjadi juga. Internet makin meluas dengan pengguna yang netral.

9. Mitos bahwa semakin besar kecepatan CPU maka semakin cepat kinerja komputer Mitos ini terus dipercayai pengguna komputer sampai sekarang. Pengguna beranggapan bahwa semakin besar clockspeed (dapat didapat dengan overclock) maka semakin cepat kinerja komputer. Itu salah, kecepatan komputer tidak hanya didapat dengan overclocking, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhi kinerja komputer, seperti ukuran cache, grafis, kecepatan akses harddisk, kapasitas RAM, dll.

10. Mitos bahwa pembuat antivirus juga membuat virus Saya tidak sepenuhnya membantah hal bahwa pembuat antivirus juga menciptakan virus, karena ada juga pembuat antivirus palsu yang ternyata berisi virus. Mitos seperti ini tidak akan muncul jika dilihat dari pandangan bahwa pembuat antivirus tidak akan menyibukkan dirinya dengan membuat virus karena sehari-harinya pun mereka menghadapi ratusan dan bahkan mungkin ribuan virus komputer. Namun jika dilihat dari pandangan bahwa mereka membuat virus agar antivirusnya laku (karena hanya antivirus mereka yang dapat membasmi virus buatan mereka sendiri), mitos itu bisa juga dibenarkan.